Thursday, October 25, 2012

Pengenalan IDS dan IPS ..

Kali ini, saya akan share tugas kedua Matakuliah Network Security saya yang akan membahas mengenai IDS dan IPS. Bagi saya kata kata ini masih sangat baru dan asing di telinga saya . Oleh karena itu saya tidak bisa mengerjakan tugas ini tanpa bantuan dari sumber lain . Tak masalah yaa ? Kan kita sama sama belajarr .. Cekidot yuuuu ~

IDS

IDS merupakan singkatan dari Intrusion Detection System. IDS adalah suatu sistem yang dilengkapi dengan algoritma yang bisa mencatat atau memonitoring sebuah paket yang masuk, apakah paket tersebut terdeteksi sebagai serangan atau tidak, apabila terdapat serangan maka sistem akan memberikan peringatan kepada admin bahwa paket yang masuk adalah paket serangan. IDS mendeteksi paket yang mencurigakan di dalam sebuah jaringan.

Jenis - jenis dari IDS antara lain :
a. NIDS (Network Intrusion Detection System)
b. HIDS (Host Intrusion Detection System)
c. SignatureBased
d. AnomalyBased
e. PassiveIDS
f.  ReactiveIDS

Cara Kerja dan Implementasi IDS :


a. Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan     pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.

b. Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS.    Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.

c.Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.

Salah satu contoh penerapan IDS di dunia nyata adalah dengan menerapkan sistem IDS yang bersifat open source dan gratis. Contohnya SNORT. Aplikasi Snort tersedia dalam beberapa macam platform dan sistem operasi termasuk Linux dan Window. Snort memiliki banyak pemakai di jaringan karena selain gratis, Snort juga dilengkapi dengan support sistem di internet sehingga dapat dilakukan updating signature terhadap Snort yang ada sehingga dapat melakukan deteksi terhadap jenis serangan terbaru di internet.
IDS tidak dapat bekerja sendiri jika digunakan untuk mengamankan sebuah jaringan. IDS harus digunakan bersama-sama dengan firewall. Ada garis batas yang tegas antara firewall dan IDS.

Keuntungan dari IDS :
a. Semua paket yang lewat akan tercatat.
b. Terdapat peringatan jika adanya serangan yang lewat.

Kekurangan dari IDS :
a. Semua paket diperbolehkan untuk lewat dan masuk ke dalam komputer.


IPS

IPS merupakan singkatan dari Intrusion Prevention System. IDS adalah sebuat sistem yang merupakan partner dari IDS yang berfungsi untuk menahan paket yang lewat jika terdapat serangan. IPS hampir sama dengan firewall namun pada IPS apabila ada paket yang masuk dan terdeteksi sebagai serangan akan langsung di-block .

Jenis - jenis IPS :
a. Host-based Intrusion Prevention System. Host Based IPS (HIPS) bekerja dengan memaksa sekelompok perangkat lunak fundamental untuk berkovensi secara konstan. Hal ini disebut dengan Application Binary Interface (ABI). Hampir tidak mungkin untuk membajak sebuah aplikasi tanpa memodifikasi Application Binary Interface, karena konvensi ini bersifat universal di antara aplikasi-aplikasi yang dimodifikasi. HIPS merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat signature. 

b. Network Intrusion Prevention System. Network Based IPS (NIPS), yang juga disebut sebagai “In-line proactive protection”, menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan kode yang mencurigakan. Karena menggunakan in-line model, performansi tinggi merupakan sebuah elemen krusial dari perangkat IPS untuk mencegah terjadinya bottleneck pada jaringan. Oleh karena itu, NIPS biasanya didesain menggunakan tiga komponen untuk mengakselerasi performansi bandwidth, yaitu :
  • Network Chips (Network Processor)
  • FPGA Chips
  • ASIC Chips

Cara Kerja dan Implementasi IPS :


Formula yang digunakan pada sistem IPS adalah IDS + Firewall

Firewall merupakan sebuah system yang menerapkan sebuah kebijakan kontrol akses yang memeriksa trafik data yang lalu lalang dan memblok paket data yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan. IDS 
memonitor performansi system atau jaringan, mencari pola tingkah laku yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan atau tanda-tanda serangan yang dapat dikenali, dan kemudian jika ditemukan maka IDS akan memicu alarm. 

Di sini, firewall akan menolak serangan yang sudah pasti/jelas, sementara trafik yang mencurigakan akan dibiarkan lewat. Dengan kata lain, baik IDS maupun firewall tidak mampu memblokir serangan ketika intrusi benar-benar telah terjadi.
Lebih jauh lagi, IPS sebenarnya lebih dari sekedar IDS + firewall. IPS didesain sebagai sebuah embedded system yang membuat banyak filter untuk mencegah bermacam-macam serangan seperti hacker, worm, virus, Denial of Service (DoS) dan trafik berbahaya lainnya, agar jaringan enterprise tidak menderita banyak kerugian bahkan ketika security patch terbaru belum diterapkan.

Keuntungan dari IPS :
a. Paket yang lewat akan diperiksa satu per satu
b. Paket yang terdeteksi sebagai serangan akan di-block dan tidak diizinkan lewat.

Kekurangan dari IPS :
a. Paket yang lewat dibongkar dan dicek secara terperinci jadi butuh waktu yang lama untuk melakukan pemeriksaan semua paket yang lewat.

Teknik yang digunakan IPS untuk mencegah serangan ada dua yaitu :
a. Sniping memungkinkan IPS untuk menterminasi serangan yang dicurigai melalui penggunaan paket TCP RST atau pesan ICMP Unreachable.

b. Shunning memungkinkan IPS mengkonfigurasi secara otomatis firewall untuk drop traffic berdasarkan apa yang dideteksi oleh IPS. Untuk kemudian melakukan prevention terhadap koneksi tertentu.

Sekiann dan Semoga dapat bermanfaat bagi kita semuaa .. Aminnnn ~


Referensi :

Penjelasan Mengenai IDS
- Penjelasan Mengenai IPS
- Gambar Terkait IDS
- Gambar Terkait IPS



0 comments:

Post a Comment